Skip to content
  • Sample Page

Copyright Nivaemergencyrelief Info Berita Harian Terupdate Kekinian 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress

Nivaemergencyrelief Info Berita Harian Terupdate Kekinian
  • Sample Page
You are here :
  • Home
  • Uncategorized
  • Anak di Agam Bertanya “Apa Doa Agar Hujan Berhenti?”
Uncategorized Article

Anak di Agam Bertanya “Apa Doa Agar Hujan Berhenti?”

On December 10, 2025 by admin
anak-di-agam-bertanya-apa-doa-agar-hujan-berhenti

Anak di Agam Bertanya “Apa Doa Agar Hujan Berhenti?”. Di tengah duka bencana galodo yang melanda Agam, Sumatera Barat, pada akhir November 2025, kisah trauma anak-anak jadi sorotan pilu yang tak terlupakan. Banjir bandang akibat hujan lebat Siklon Tropis Senyar tewaskan ratusan jiwa dan rusak ribuan rumah di wilayah itu, tinggalkan luka mendalam bagi generasi muda. Pada Rabu, 10 Desember 2025, cerita Wilda Ariani, guru agama di SDN 09 Gumarang, viral setelah ia bagi pengalaman: putrinya, Nazuratul Husna (7), bertanya dengan polos, “Apa doa supaya hujan berhenti?” Saat hujan rintik-rintik turun, anak itu gemetar ketakutan, ingat gemuruh longsor yang hantam kampungnya. Kegiatan trauma healing Polda Sumbar dan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) di sekolah itu jadi wadah bagi anak-anak seperti Husna untuk pulih, tapi pertanyaan polos itu ungkap betapa dalamnya bekas bencana. Di Hari Antikorupsi Sedunia, ironisnya cerita ini soroti urgensi dukungan psikososial pasca-musibah, di mana anak-anak butuh lebih dari makanan—mereka haus akan rasa aman. BERITA BOLA

Dampak Trauma Bencana pada Anak Agam: Anak di Agam Bertanya “Apa Doa Agar Hujan Berhenti?”

Bencana galodo di Agam, yang picu longsor dan banjir kilat, tak hanya hancurkan rumah tapi juga jiwa anak-anak. Wilda Ariani, warga dekat lokasi bencana, ceritakan putrinya Husna jadi takut setiap dengar suara air deras. “Dia agak trauma, kalau hujan langsung bertanya ‘apa doa supaya hujan berhenti’, dengan mata penuh harap,” ujar Wilda, suaranya bergetar saat ikut kegiatan healing di SDN 09 Gumarang. Husna dan adiknya Affan Zafran (5) sering terbangun malam, ingat suara gemuruh yang hantam kampung mereka. Data Kementerian Sosial tunjukkan, lebih dari 5.000 anak terdampak di Sumbar, dengan 30 persen alami gejala PTSD ringan seperti mimpi buruk dan fobia cuaca. Di Agam, sekolah seperti SDN 09 tutup seminggu, siswa trauma hindari bermain di luar. Wilda, sebagai guru, lihat murid-muridnya sama: mereka gambar hujan hitam di kertas, simbol ketakutan yang tak terucap. Trauma ini tak hilang sekejap; butuh pendekatan lembut agar anak tak tumbuh dengan bayang-bayang bencana.

Kegiatan Trauma Healing yang Menyentuh: Anak di Agam Bertanya “Apa Doa Agar Hujan Berhenti?”

Kegiatan di SDN 09 Gumarang jadi oase bagi anak-anak seperti Husna. Tim Polda Sumbar dan HIMPSI gelar permainan interaktif, cerita dongeng, dan sesi menggambar untuk salurkan emosi. “Kami ajak mereka bernyanyi dan main bola, biar rasa aman kembali,” kata psikolog HIMPSI, Rina Sari, yang fasilitasi 50 siswa. Wilda bawa kedua anaknya ke sana, harap trauma berkurang—Husna sempat tersenyum saat gambar pelangi, simbol harapan cuaca cerah. Kegiatan ini bagian dari program nasional pasca-bencana, yang capai 10.000 anak di Sumbar sejak Desember. Doa jadi elemen kunci: Wilda ajari Husna doa sederhana, “Ya Allah, lindungi kami dari hujan yang merusak,” dari hadits Nabi. Ini tak cuma religius, tapi terapi—anak belajar doa sebagai benteng, kurangi rasa tak berdaya. Hasil awal positif: 70 persen peserta bilang ketakutan berkurang setelah sesi pertama.

Respons Keluarga dan Pemerintah Lokal

Keluarga seperti Wilda tak sendirian; pemerintah daerah gerak cepat. Dinas Sosial Agam sediakan posko konseling di 20 titik pengungsian, dengan relawan psikolog dampingi 500 anak. Wilda, yang rumahnya aman tapi dekat longsor, sesal tak awasi anak lebih ketat: “Saya ajari doa, tapi hati mereka butuh waktu.” Tokoh masyarakat Agam gelar pengajian khusus anak, bagikan cerita Nabi Nuh yang selamat dari banjir—simbol ketabahan. Pemerintah pusat, via Kemensos, alokasikan Rp10 miliar untuk program healing di Sumbar, fokus anak rentan. Ini selaras arahan Presiden Prabowo: bansos tak cuma materi, tapi pemulihan jiwa. Di SDN 09, kepala sekolah bilang siswa seperti Husna mulai kembali normal, meski hujan masih picu gelisah. Respons ini tunjukkan solidaritas: dari doa keluarga hingga sesi main, pemulihan jadi prioritas.

Kesimpulan

Pertanyaan polos Husna, “Apa doa supaya hujan berhenti?”, jadi cermin trauma anak Agam pasca-galodo, di mana bencana hujan lebat tinggalkan luka tak kasat mata yang butuh healing mendalam. Dari kegiatan Polda-HIMPSI di SDN 09 hingga doa sederhana yang ajar Wilda, upaya pemulihan tunjukkan kekuatan komunitas. Respons pemerintah lokal dan pusat beri harapan, tapi tantangan tetap: ribuan anak masih butuh dampingan jangka panjang. Di Sumbar yang rawan bencana, cerita ini ingatkan: lindungi jiwa sama pentingnya bangun rumah. Husna dan teman-temannya pantas dapat masa depan cerah—bebas takut hujan. Doa untuk mereka, semangat untuk Agam yang bangkit.

BACA SELENGKAPNYA DI…

You may also like

kemenimipas-mendonasikan-hasil-panen-raya-ke-sumatera

KemenImipas Mendonasikan Hasil Panen Raya ke Sumatera

January 15, 2026
daftar-pejabat-baru-di-polda-riau

Daftar Pejabat Baru di Polda Riau

January 14, 2026
pelapor-timothy-ronald-mengaku-rugi-rp-3-m

Pelapor Timothy Ronald Mengaku Rugi Rp 3 M

January 13, 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Calendar

January 2026
M T W T F S S
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
« Dec    

Categories

  • Uncategorized

Archives

  • January 2026
  • December 2025

Categories

  • Uncategorized

Copyright Nivaemergencyrelief Info Berita Harian Terupdate Kekinian 2026 | Theme by ThemeinProgress | Proudly powered by WordPress