Banjir Menerjang 8 Kecamatan di Daerah Cirebon. Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Cirebon sejak Selasa sore, 23 Desember 2025, menyebabkan banjir melanda delapan kecamatan. Air sungai meluap karena tidak mampu menampung debit tinggi, merendam permukiman warga dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Berdasarkan data sementara, 17 desa dan kelurahan terdampak, dengan genangan air bervariasi di berbagai titik. Pemerintah daerah langsung bergerak cepat melakukan asesmen dan penanganan darurat, di tengah cuaca yang masih berpotensi hujan susulan jelang libur akhir tahun. BERITA BASKET
Kecamatan Terdampak dan Penyebab Banjir: Banjir Menerjang 8 Kecamatan di Daerah Cirebon
Delapan kecamatan yang terendam adalah Sumber, Talun, Plumbon, Tengah Tani, Weru, Gunung Jati, Kedawung, dan Mundu. Titik awal banjir bermula dari empat sungai di Kecamatan Sumber yang meluap, kemudian menyebar ke wilayah hilir. Hujan intensitas tinggi disertai kiriman air dari daerah hulu memperparah situasi, membuat sungai-sungai kecil tidak sanggup menahan volume air.
Beberapa lokasi mengalami genangan cukup dalam, seperti di perempatan Talun yang menyebabkan lalu lintas macet parah. Di Tengah Tani, luapan Sungai Cipager merendam perumahan warga. Wakil Bupati Cirebon menyoroti penyempitan sungai sebagai faktor pendukung, yang membuat aliran air semakin terhambat saat curah hujan tinggi.
Upaya Penanganan dan Dampak terhadap Warga: Banjir Menerjang 8 Kecamatan di Daerah Cirebon
Pemerintah Kabupaten Cirebon segera mengerahkan tim untuk asesmen lapangan dan bantuan darurat. Dinas Sosial diterjunkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, seperti makanan dan selimut. Wakil Bupati Agus Kurniawan Budiman turun langsung meninjau lokasi malam hari, sambil berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan.
Dampaknya cukup signifikan, dengan ratusan rumah tergenang dan akses jalan terganggu. Beberapa fasilitas umum juga terpengaruh, meski belum ada laporan korban jiwa. Warga diimbau tetap waspada, terutama di wilayah rawan, karena prediksi cuaca masih menunjukkan potensi hujan hingga akhir Desember.
Harapan Pencegahan di Masa Depan
Banjir kali ini menjadi pengingat pentingnya perawatan sungai dan drainase. Koordinasi dengan balai wilayah sungai diharapkan menghasilkan normalisasi sungai lebih intensif, termasuk pembersihan sedimentasi dan pelebaran alur. Masyarakat juga diajak menjaga lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, untuk mengurangi risiko serupa.
Langkah jangka panjang seperti pembangunan kolam retensi bisa menjadi solusi, mengingat Kabupaten Cirebon memiliki banyak kecamatan rawan banjir saat musim hujan puncak.
Kesimpulan
Banjir yang menerjang delapan kecamatan di Kabupaten Cirebon menunjukkan betapa rentannya wilayah ini terhadap cuaca ekstrem. Meski penanganan darurat sudah berjalan, kejadian ini mendorong evaluasi lebih dalam untuk pencegahan berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak banjir ke depan bisa diminimalkan, sehingga warga lebih aman menjalani aktivitas sehari-hari, termasuk menyambut libur akhir tahun dengan tenang. Kewaspadaan bersama tetap menjadi kunci utama menghadapi musim hujan ini.
You may also like

KemenImipas Mendonasikan Hasil Panen Raya ke Sumatera

Daftar Pejabat Baru di Polda Riau

Leave a Reply