Banjir Susulan Saat Ini Sedang Melanda Aceh Timur. Bencana alam di Aceh belum usai; banjir susulan kini kembali melanda Aceh Timur, tambah derita warga yang baru saja pulih dari gelombang pertama. Pada Minggu, 7 Desember 2025, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur laporkan genangan air setinggi 50-100 cm di dua desa utama: Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk. Hujan deras sejak Sabtu malam picu debit air Sungai Peusangan meluap lagi, rendam ratusan rumah dan paksa warga mengungsi kedua kalinya. Ini susulan dari banjir bandang 26 November yang tewaskan 10 orang di Aceh Timur, rusak 1.200 rumah, dan dampak 97 ribu jiwa secara keseluruhan di Aceh. Kepala Pelaksana BPBD Afifullah sebut situasi darurat ini akibat drainase tak mampu tampung curah hujan 300 mm/hari—tiga kali normal. Di tengah trauma banjir sebelumnya, warga kini andalkan posko sementara, sementara pemerintah daerah buru tambah tenda dan logistik. BERITA BOLA
Daerah Terdampak dan Kondisi Lapangan: Banjir Susulan Saat Ini Sedang Melanda Aceh Timur
Banjir susulan paling parah di Kecamatan Idi Rayeuk, dengan Gampong Aceh dan Gampong Keude Blang jadi pusat genangan. Air naik tiba-tiba pagi Minggu, rendam 150 rumah dan 50 hektare sawah—warga sempat bersihkan lumpur usai banjir pertama, tapi kini harus angkat barang lagi. “Kami baru balik rumah dua hari, eh air naik lagi. Anak-anak takut, tak bisa sekolah,” cerita seorang ibu di Gampong Aceh. BPBD catat 200 jiwa mengungsi ke 234 titik pengungsian, termasuk masjid dan balai desa. Jalan raya Idi Rayeuk-Tamiang tertutup lumpur setebal 30 cm, isolasi akses bantuan. Di Aceh Timur secara keseluruhan, dampak banjir susulan tambah 50 rumah terendam, bikin total korban jiwa naik jadi 10—mayoritas lansia dan anak. Cuaca BMKG prediksi hujan lebat lanjut hingga Selasa, potensi longsor tambahan di lereng perbukitan.
Dampak Sosial dan Ekonomi: Banjir Susulan Saat Ini Sedang Melanda Aceh Timur
Banjir susulan ini tak cuma basahi rumah; ia tambah trauma warga yang baru pulih. Di Idi Rayeuk, 500 siswa SD dan SMP putus sekolah sementara, sementara UMKM nelayan lumpuh karena Sungai Peusangan penuh puing. Ekonomi lokal anjlok: lahan sawah rusak Rp 100 miliar, nelayan tak bisa melaut gara-gara arus deras. Pengungsi kini andalkan dapur umum, tapi stok makanan cuma tahan 2 hari—bayi dan lansia paling rentan kurang gizi. “Kami trauma suara air deras, seperti banjir kemarin,” kata warga Keude Blang. Korban jiwa 10 orang termasuk bocah 8 tahun yang terseret arus—jenazah ditemukan Minggu pagi. Total pengungsi Aceh Timur naik jadi 1.500 jiwa, campur dari banjir awal. Stigma “kampung rawan” bikin warga ragu pulang, tambah beban psikologis.
Respons Pemerintah dan Relawan
Pemerintah gerak cepat: BPBD Aceh Timur kerahkan 50 personel untuk evakuasi, pakai perahu karet susuri genangan. Gubernur Aceh Muzakir Manaf instruksikan tambah 200 tenda dan genset untuk posko, sementara BNPB salurkan Rp 200 juta bantuan tunai per desa. Wakil Menteri Sosial Agus Jabo tinjau 6 Desember, janji obat dan makanan bergizi gratis mulai Senin. Relawan PMI Aceh kirim 1 ton abon dan obat trauma, sementara TNI-Polri buka rute darurat via helikopter untuk logistik. Warga lokal ikut gali drainase pakai sekop, bentuk ronda jaga posko. Afifullah imbau: “Tetap waspada, jangan lengah—hujan potensi lanjut.” Program Makan Bergizi Gratis Prabowo juga jalan: nasi kotak harian untuk 500 pengungsi.
Kesimpulan
Banjir susulan di Aceh Timur tambah pilu bencana November yang tewaskan 10 jiwa dan rendam 1.200 rumah—genangan di Idi Rayeuk isolasi warga, lumpuhkan ekonomi, dan picu trauma baru. Tapi respons gabungan BPBD, BNPB, dan relawan tunjukkan gotong royong Aceh tak tergoyahkan: evakuasi cepat, bantuan mengalir, dan imbauan waspada. Bagi warga Gampong Aceh, ini ujian kedua; semoga hujan reda dan drainase diperbaiki permanen. Pemulihan panjang, tapi solidaritas bangsa kunci bangkit. Aceh Timur kuat—semoga banjir ini jadi yang terakhir, dan cerita selanjutnya soal pulihnya desa. Doa semua pihak menyertai.
You may also like

KemenImipas Mendonasikan Hasil Panen Raya ke Sumatera

Daftar Pejabat Baru di Polda Riau

Leave a Reply