Gempa Susulan Pacitan Masih Dipantau BMKG. Gempa magnitudo 6,4 yang mengguncang Pacitan, Jawa Timur, pada Kamis dini hari 6 Februari 2026 pukul 02.49 WIB masih diikuti aktivitas susulan hingga Jumat siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sudah ada 18 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,1. Pusat gempa utama berada di laut pada kedalaman 10 km, sekitar 86 km barat daya Pacitan, dan BMKG terus memantau secara intensif karena kedalaman dangkal ini berpotensi menghasilkan susulan signifikan dalam beberapa hari ke depan. Meski tidak berpotensi tsunami, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak lengah terhadap guncangan lanjutan. INFO CASINO
Aktivitas Gempa Susulan dan Pola Energi: Gempa Susulan Pacitan Masih Dipantau BMKG
Hingga Jumat pukul 12.00 WIB, BMKG merekam 18 gempa susulan dengan rincian:
Magnitudo 5,1 (paling besar) pukul 04.12 WIB, pusat di laut selatan Pacitan.
Magnitudo 4,5–4,9 sebanyak 7 kali, mayoritas terjadi di kedalaman 8–15 km.
Magnitudo 3,0–4,4 sebanyak 10 kali, tersebar di radius 50 km dari episenter utama.
Gempa susulan ini termasuk tipe intraslab dengan mekanisme sesar naik serupa gempa utama. BMKG menjelaskan bahwa kedalaman dangkal menyebabkan energi gempa cepat mencapai permukaan, sehingga susulan terasa lebih kuat meski magnitudonya lebih kecil. Aktivitas susulan diprediksi masih berlangsung hingga 9–10 Februari dengan magnitudo maksimal sekitar 5,5. BMKG juga memantau potensi longsor susulan di lereng pegunungan Pacitan dan Trenggalek karena tanah sudah jenuh air akibat hujan sebelumnya.
Dampak Gempa Susulan terhadap Masyarakat: Gempa Susulan Pacitan Masih Dipantau BMKG
Gempa susulan terbesar (M5,1) terasa hingga IV MMI di Pacitan dan Trenggalek, menyebabkan kepanikan warga yang masih trauma gempa utama. Beberapa rumah yang sudah retak ringan mengalami kerusakan tambahan, terutama plafon runtuh dan genteng lepas. Di Desa Punung dan Kebonagung, puluhan warga kembali mengungsi ke lapangan terbuka karena khawatir bangunan roboh.
BPBD Pacitan melaporkan tambahan 3 orang luka ringan akibat panik dan terjatuh saat evakuasi susulan. Total pengungsi sementara naik menjadi sekitar 1.500 jiwa. Di Trenggalek dan Ponorogo, getaran susulan terasa lebih ringan tapi cukup membuat warga keluar rumah. Tidak ada laporan kerusakan baru yang signifikan di Yogyakarta atau Surabaya dari gempa susulan ini.
Upaya Pemantauan dan Respons Darurat
BMKG mengerahkan tim observasi lapangan di Pacitan untuk memasang seismograf tambahan dan memantau aktivitas susulan secara real time. Data ini digunakan untuk memperbarui peta intensitas dan prediksi durasi aktivitas susulan. Posko darurat di Kecamatan Pacitan tetap aktif 24 jam dengan tim medis dan psikososial untuk menangani trauma warga.
Pemerintah Kabupaten Pacitan memerintahkan pengecekan ulang bangunan yang sudah diperiksa sebelumnya. Bantuan logistik terus disalurkan, termasuk makanan siap saji dan air bersih untuk pengungsi. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa pemerintah provinsi siap mendukung penuh jika aktivitas susulan meningkat.
Kesimpulan
Gempa susulan setelah magnitudo 6,4 di Pacitan pada 6 Februari 2026 masih aktif dan terus dipantau ketat oleh BMKG. Meski magnitudonya lebih kecil, guncangan tetap terasa dan menambah kekhawatiran warga yang rumahnya sudah retak. Respons cepat BPBD dan tim gabungan membantu mengendalikan situasi, tetapi masyarakat harus tetap siaga hingga aktivitas susulan benar-benar mereda. Semoga tidak ada korban tambahan dan pemulihan berjalan lancar. Kejadian ini sekali lagi mengingatkan bahwa zona megathrust selatan Jawa sangat aktif—tetap tenang, ikuti informasi resmi, dan saling bantu sesama warga terdampak.
You may also like


Tren Kerja 4 Hari Seminggu 2026 Mulai Diuji Coba Nasional

Info Berita Terupdate Penemuan Energi Hidrogen Baru
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Leave a Reply