IHSG Menguat 0,44% ke 7.970 di Awal Sesi 9 Feb. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Senin, 9 Februari 2026, dengan penguatan tipis 0,44 persen atau naik 34,92 poin ke level 7.970,04 pada awal sesi. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen positif dari bursa regional Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau, ditambah optimisme pelaku pasar terhadap kebijakan ekonomi domestik yang tetap ekspansif. Meski demikian, pergerakan IHSG masih terbatas karena investor cenderung wait and see menjelang rilis data inflasi bulanan dan potensi sentimen global dari pertemuan moneter besar di minggu ini. Level 7.970 menjadi penanda bahwa IHSG masih bertahan di zona atas rentang konsolidasi jangka menengah, setelah sempat menyentuh resistance 8.000 beberapa kali di bulan lalu. INFO CASINO
Faktor Penggerak Utama: IHSG Menguat 0,44% ke 7.970 di Awal Sesi 9 Feb
Penguatan IHSG pagi ini terutama didorong oleh saham-saham blue chip di sektor perbankan dan konsumer. Saham BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI kompak menguat antara 0,6 hingga 1,2 persen, memberikan kontribusi besar terhadap pergerakan indeks. Sektor konsumer juga ikut bergerak positif, dengan saham UNVR dan ICBP naik masing-masing sekitar 0,8 persen, mencerminkan keyakinan investor bahwa daya beli masyarakat masih terjaga meski ada tekanan inflasi musiman.
Sentimen eksternal juga mendukung. Bursa Asia seperti Nikkei 225 Jepang dan Hang Seng Hong Kong dibuka menguat tipis, sementara Kospi Korea Selatan dan Shanghai Composite bergerak sideways positif. Hal ini sejalan dengan meredanya kekhawatiran atas kebijakan tarif perdagangan AS yang sempat menjadi isu utama akhir tahun lalu. Di sisi domestik, pelaku pasar masih mengapresiasi kelanjutan program stimulus fiskal pemerintah dan komitmen Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di kisaran Rp15.800–Rp16.000 per dolar AS. Rupiah sendiri dibuka menguat 15 poin ke Rp15.820 per dolar di pasar spot pagi ini, menambah kepercayaan diri investor domestik.
Namun, penguatan tidak merata. Saham-saham energi dan komoditas seperti ANTM, ADRO, dan PTBA justru terkoreksi ringan karena harga batubara dan nikel global masih sideways di tengah permintaan yang belum pulih sepenuhnya. Investor asing juga terlihat masih net seller kecil di sesi awal, meski angkanya tidak signifikan dibandingkan inflow minggu lalu.
Prospek Jangka Pendek dan Risiko: IHSG Menguat 0,44% ke 7.970 di Awal Sesi 9 Feb
Analis pasar memproyeksikan IHSG masih punya ruang untuk menguji kembali level 8.000 dalam waktu dekat, asalkan tidak ada kejutan negatif dari data ekonomi domestik maupun global. Data inflasi Februari yang akan dirilis pekan ini menjadi perhatian utama; jika berada di kisaran 2,5–3 persen, maka ekspektasi pemangkasan suku bunga BI lebih lanjut bisa menguat dan menjadi katalis positif tambahan.
Di sisi lain, risiko masih ada. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang belum mereda sepenuhnya bisa memicu lonjakan harga minyak, yang berpotensi menekan sektor konsumer dan transportasi. Selain itu, pergerakan indeks global, terutama respons Wall Street terhadap data ketenagakerjaan AS minggu lalu, tetap menjadi faktor eksternal yang bisa memengaruhi sentimen domestik. Investor disarankan untuk tetap selektif, fokus pada saham-saham yang punya fundamental kuat dan valuasi masih menarik, serta mengelola posisi dengan disiplin stop-loss di tengah volatilitas yang masih mungkin muncul.
Kesimpulan
Penguatan 0,44 persen IHSG ke level 7.970 di awal sesi 9 Februari 2026 menunjukkan bahwa pasar masih punya napas untuk bergerak naik, didukung sentimen positif regional dan domestik yang relatif stabil. Meski demikian, pergerakan ini belum cukup kuat untuk disebut breakout, dan investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi jika data ekonomi atau sentimen global berubah arah. Level 7.900 akan menjadi support krusial dalam jangka pendek, sementara tembus 8.000 secara konsisten bisa membuka jalan menuju target 8.100–8.200. Bagi pelaku pasar, ini adalah momen yang tepat untuk tetap selektif, mengambil untung parsial di saham yang sudah naik signifikan, dan menyiapkan posisi baru di sektor yang masih undervalued. Pasar saham Indonesia tetap menarik di tengah ketidakpastian global—asal strategi tetap berbasis data dan tidak emosional.
You may also like


Tren Kerja 4 Hari Seminggu 2026 Mulai Diuji Coba Nasional

Info Berita Terupdate Penemuan Energi Hidrogen Baru
Archives
Calendar
| M | T | W | T | F | S | S |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ||||||
| 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 |
| 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 |
| 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 |
| 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 |
| 30 | 31 | |||||
Leave a Reply