Pesawat Milik Militer Rusia Jatuh, Total Angkutan 7 Orang
Pesawat Milik Militer Rusia Jatuh, Total Angkutan 7 Orang. Kecelakaan pesawat militer Rusia menewaskan tujuh awak pesawat dalam insiden tragis di wilayah Ivanovo, timur laut Moskow, pada Selasa pagi (9 Desember 2025). Pesawat angkut An-22 milik Angkatan Udara Rusia itu jatuh saat uji coba pasca-perbaikan, di area tak berpenghuni dekat Danau Uvodskoye. Kementerian Pertahanan Rusia konfirmasi kejadian itu, dengan tim pencari dan penyelamat langsung dikerahkan untuk evakuasi puing dan identifikasi korban. Tak ada korban sipil, tapi insiden ini picu sorotan soal keselamatan penerbangan militer Rusia, terutama di tengah konflik Ukraina yang tekan sumber daya. Perdana Menteri Mikhail Mishustin instruksikan investigasi cepat, sementara keluarga korban dapat jaminan dukungan penuh. Gempa susulan tak terjadi, tapi Rusia tetap waspada terhadap risiko teknis di pesawat era Soviet yang masih aktif. BERITA BOLA
Kronologi Kecelakaan An-22: Pesawat Milik Militer Rusia Jatuh, Total Angkutan 7 Orang
Pesawat An-22, salah satu angkut berat terbesar Rusia yang dibuat tahun 1960-an, lepas landas dari pangkalan Ivanovo untuk uji coba rutin setelah perawatan besar. Sekitar pukul 10.00 waktu Moskow (15.00 WIB), pesawat hilang kontak dan jatuh di hutan dekat danau, dengan puing tersebar di permukaan air. Kementerian Pertahanan sebut penerbangan itu bagian program pemeliharaan standar, tapi kegagalan teknis mendadak picu jatuh. Saksi lokal lihat asap tebal dan ledakan kecil sebelum pesawat menghantam tanah. Tim SAR tiba 20 menit kemudian dengan helikopter Mi-8, angkat puing dan jenazah ke pangkalan terdekat. Investigasi awal tunjukkan kemungkinan masalah mesin atau sistem hidrolik, tapi laporan lengkap butuh seminggu. Ini insiden kedua An-22 dalam dua tahun, setelah kecelakaan serupa di Ukraina 2023.
Korban dan Identitas Awak Pesawat: Pesawat Milik Militer Rusia Jatuh, Total Angkutan 7 Orang
Tujuh korban adalah awak pesawat: empat pilot, dua teknisi, dan satu navigator, semuanya personel Angkatan Udara Rusia berusia 25-45 tahun. Kementerian Pertahanan sebut mereka “pahlawan yang mati bertugas,” dengan nama dirahasiakan untuk jaga privasi keluarga. Jenazah dievakuasi utuh meski kondisi pesawat hancur parah, dan autopsi konfirmasi kematian instan akibat benturan. Keluarga korban terbang ke Ivanovo pagi itu, dapat santunan 7 juta rubel (Rp 1,2 miliar) per orang plus bantuan psikologis. Tak ada luka sipil, karena jatuh di zona terpencil—hanya rusak pohon dan tanah basah. Rusia umumkan hari berkabung di Ivanovo, dengan upacara pemakaman negara Rabu nanti.
Respons Pemerintah Rusia
Perdana Menteri Mishustin langsung bentuk tim investigasi gabungan dengan Komite Investigasi Rusia, fokus teliti black box dan rekaman kokpit. “Kami tak akan biarkan kecelakaan seperti ini ulang, keselamatan personel prioritas,” katanya di sidang kabinet. Presiden Vladimir Putin instruksikan audit keseluruhan armada An-22—sekitar 20 unit aktif—untuk cek perawatan. Kementerian Pertahanan tambah protokol uji coba, termasuk drone pengawas untuk pantau penerbangan berisiko. Ini respons mirip pasca-kecelakaan Il-76 di Siberia 2024, di mana perbaikan teknis kurangi insiden 30 persen. Rusia tolak spekulasi sabotase, sebut ini murni kegagalan mekanis—meski oposisi kritik pemeliharaan kurang di tengah anggaran perang.
Dampak Militer dan Keselamatan Penerbangan
Kecelakaan ini tambah beban Angkatan Udara Rusia, yang sudah kehilangan puluhan pesawat di Ukraina sejak 2022. An-22 krusial untuk angkut tank dan pasukan, tapi usia tua bikin rawan—rata-rata umur 50 tahun. Investigasi bisa tunda operasi logistik, paksa ganti dengan Il-76 yang lebih modern. Secara luas, ini ingatkan Jepang dan AS soal risiko pesawat tua; Rusia janji modernisasi, tapi konflik batasi anggaran. Warga Ivanovo, yang jarang kena dampak militer, kini waspada terhadap penerbangan rendah. Keluarga korban harap laporan transparan, agar kematian mereka tak sia-sia.
Kesimpulan
Kecelakaan An-22 Rusia yang tewaskan tujuh awak jadi pukulan bagi militer Moskow, dengan uji coba pasca-perbaikan berujung tragedi di Ivanovo. Dari kronologi jatuh cepat hingga respons Mishustin yang tegas, insiden ini soroti urgensi perawatan armada tua. Tak ada korban sipil, tapi pelajaran keselamatan krusial—Rusia janji audit menyeluruh untuk hindari ulang. Bagi keluarga, santunan dan upacara jadi penghibur; bagi militer, ini panggilan bangkit lebih aman. Gempa bencana tak terduga, tapi pencegahan bisa selamatkan nyawa selanjutnya.
You may also like

KemenImipas Mendonasikan Hasil Panen Raya ke Sumatera

Daftar Pejabat Baru di Polda Riau

Leave a Reply